Perhelataan
akbar Konferensi Asia-Afrika ke-60 pada 19 – 24 April 2015 di Jakarta dan
Bandung merupakan acara yang diselenggarakan oleh negara-negara yang tergabung
dalam KAA tersebut. Mengingat kembali sejarah berdirinya Konferensi Asia Afrika
pada 18-24 April 1955 yang pertama kalinya diselenggarakan di Bandung,
Indonesia hanya memiliki 27 negara. Anggotanya adalah Negara-negara yang baru
merdeka ataupun yang belum merdeka pada masa itu di kawasan Asia dan Afrika.
Mereka membentuk organisasi yang kini anggotanya mencapai 109 negara mencangkup
hampir seluruh wilayah Asia dan Afrika.
Konferensi
Asia Afrika sendiri kali ini membahas akan dukungan KAA terhadap kemerdekaan
Palestina menjadi negara yang berdaulat penuh. Selain itu membicarakan konflik
perang saudara antara Arab Saudi dan Yaman. Serta berusaha untuk membantu
menjaga keamanan dunia terhadap kelompok-kelompok radikal ekstremis yang saat
ini sedang hangat-hangatnya menjadi topik utama di seluruh dunia. Selain itu
upaya aggota KAA untuk mengimbangi kemajuan di dunia barat (negara-negara
utara) terutama Amerika dan Eropa.
Tidak
tanggung-tanggung anggaran yang diluncurkn Pemerintah untuk acara 10 tahunan
tersebut mencapai 200 miliar rupiah. Anggaran sebesar itu diharapkan mampu memberikan
dampak positif baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya pada anggota KAA
terutama Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan tersebut. Selain itu
menigkatkan kerjasama antar anggota KAA baik bilateral maupun multilateral,
serta tidak lupa tujuan di bentuknya Konferensi Asia-Afrika untuk membantu negara-negara
yang belum merdeka untuk mendapatkan kedaulatannya.
-dts-